Serba Serbi Kanker Kepala Leher
Yuk, peduli pada kepala dan lehermu…
Kanker kepala dan leher adalah kanker yang berasal dari sel-sel skuamosa yang melapisi permukaan mukosa dalam kepala dan leher (misalnya dalam mulut, hidung, tenggorok). Kanker ini sering pula dikenal dengan kanker kepala dan leher sel skuamosa. Kanker kepala dan leher juga dapat berasal dari kelenjar saliva (liur) tetapi relatif jarang dijumpai.
Kanker kepala dan leher kemudian dibagi berdasarkan area pada kepala dan leher yaitu:
- Rongga mulut: termasuk bibir, dua per tiga depan lidah, gusi, lapisan dalam pipi dan bibir, dasar mulut di bawah lidah, langit-langit mulut, dan area kecil gusi di belakang gigi bungsu.
- Faring (kerongkongan): rongga di belakang hidung dan menuju esofagus (saluran sebelum lambung). Faring terdiri dari 3 bagian yaitu nasofaring (bagian atas di belakang hidung), orofaring (bagian tengah yang termasuk bagian belakang mulut, dasar lidah, dan tonsil (dikenal dengan amandel), dan hipofaring (bagian bawah faring).
- Laring: disebut juga dengan kotak suara, jalur pendek yang tersusun dari tulang rawan di bawah faring.
- Sinus paranasalis (rongga-rongga kecil pada tulang tengkorak yang mengelilingi hidung) dan rongga hidung.
- Kelenjar saliva: ada di dasar mulut dan dekat tulang rahang bawah.
Kanker kepala dan leher termasuk kanker yang sering dijumpai di negara-negara sedang berkembang. Dilaporkan pula bahwa kanker ini termasuk salah satu kanker yang sering dijumpai di negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, sementara kanker kepala dan leher dijumpai 1-4% dari semua kanker di negara-negara barat. Kanker pada rongga mulut adalah bentuk predominan dari kanker kepala dan leher sel skuamosa di India, Pakistan, dan negara Asia Tenggara lain sedangkan kanker orofaring dan lidah sering dijumpai di negara-negara barat. Kanker kepala dan leher 2 kali lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita. Penyakit ini pun lebih sering terdiagnosis pada orang berusia lebih dari 50 tahun.
Penggunaan alkohol dan tembakau termasuk 2 faktor risiko penting untuk terjadinya kanker kepala dan leher. Setidaknya 75% dari kanker kepala dan leher disebabkan oleh penggunaan tembakau dan alkohol. Faktor-faktor risiko lain untuk terjadinya kanker kepala dan leher adalah:
- Infeksi oleh human papillomavirus (HPV) terutama HPV tipe 16 yang merupakan faktor risiko kanker orofaring.
- Mengunyah sirih yang dilakukan oleh imigran dari Asia Tenggara merupakan faktor risiko kanker pada rongga mulut.
- Makanan yang diawetkan atau diasinkan merupakan faktor risiko kanker nasofaring.
- Higien rongga mulut dan gigi yang tanggal merupakan faktor risiko kanker rongga mulut tetapi ini termasuk faktor risiko yang lemah.
- Pajanan dengan substansi pada tempat kerja seperti debu kayu, asbestos dan serat sintetik, debu nikel atau formaldehyde meningkatkan risiko kanker kepala dan leher.
- Radiasi pada kepala dan leher merupakan faktor risiko kanker pada kelenjar saliva.
- Infeksi virus Epstein-Barr merupakan faktor risiko kanker nasofaring dan kelenjar saliva.
- Keturunan Cina merupakan faktor risiko kanker nasofaring.
Yang menjadi gejala dari kanker kepala dan leher adalah adanya benjolan di daerah kepala dan leher, bercak merah atau putih dalam mulut, radang tenggorok yang tidak kunjung sembuh, kesulitan menelan, hidung tersumbat, suara serak, sering mimisan, kesulitan bernapas, penglihatan ganda, nyeri pada rahang, gigi tanggal, gigi palsu tidak lagi pas, penurunan berat badan, fatigue/lelah, dan nyeri/infeksi telinga. Jika mendapati adanya perubahan atau gejala-gejala pada daerah kepala dan leher, segera konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Â
Walaupun penyakit ini tidak dapat sepenuhnya dicegah, risikonya dapat diturunkan dengan cara menghentikan penggunaan semua produk tembakau, menghindari alkohol, mendapat vaksin HPV atau membatasi jumlah pasangan seksual, dan melakukan perawatan pada gigi palsu. Selain itu, bagi mereka yang sering minum alkohol, menggunakan produk tembakau, atau pernah menggunakan produk tembakau sebaiknya melakukan pemeriksaan di daerah hidung, mulut, dan tenggorok setidaknya 1 tahun sekali.
Referensi:
- Head and neck cancers. National Cancer Institute [Internet]. 2017 March 29 [cited 2020 Apr 3]. Available from: https://www.cancer.gov/types/head-and-neck/head-neck-fact-sheet
- Head and neck cancer: Screening. Cancer.Net [Internet]. 2019 [cited 2020 Apr 3]. Available from: https://www.cancer.net/cancer-types/head-and-neck-cancer/screening
- Joshi P, Dutta S, Chaturvedi P, Nair S. Head and neck cancers in developing countries. Rambam Maimonides Med J. 2014;5(2):e0009.
