Cedera otak adalah kelainan non degenerative, non kongenital pada otak akibat trauma mekanik luar yang mungkin menyebabkan kerusakan kognisi, fisik dan fungsi psikososial sementara maupun permanen yang disertai dengan gangguan kesadaran. Cedera otak sering disebut cedera kepala, namun pada cedera kepala dianggap tidak ada kelainan neurologis. Cedera otak bisa memberikan gejala normal sampai koma bahkan kematian.
Penilaian penurunan kesadaran pada cedera otak dihitung dengan total skor GCS (Glasgow Coma Scale), yaitu:
Pembukaan mata
Spontan = 4
Respon bicara = 3
Respon nyeri = 2
Tidak respon = 1
Gerakan motor tangan
Ikut perintah = 6
Gerak kearah sumber nyeri = 5
Gerak menghindari sumber nyeri = 4
Fleksi akibat nyeri (decorticate) = 3
Ekstensi akibat nyeri (decerebrate) = 2
Tidak respon = 1
Respon suara
Orientasi jawaban baik (orang, tempat, waktu) = 5
Ucap kalimat, disorientasi = 4
Ucap kata tidak jelas = 3
Ucap suara tidak jelas = 2
Tidak respon = 1
Cedera otak tergantung pada skor GCS dalam 48 jam pertama, yaitu:
Cedera otak berat = 3-8
Cedera otak sedang = 9-13
Cedera otak ringan = 14-15
Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras merupakan diagnosis standar pada cedera kepala, bukan MRI ataupun skull x ray. Prediksi resiko pasien untuk meninggal sangat tergantung dari skor GCS awal yang selanjutnya menentukan derajat cedera otaknya. Semakin rendah GCS awal maka resiko kematian semakin tinggi. Dengan perawatan lebih awal, disertai fasilitas dan tenaga bedah saraf yang lengkap maka resiko pasien cedera otak untuk memburuk bahkan meniggal bisa ditekan seminimal mungkin.